Adab Berjalan ke Masjid Sesuai Sunnah dan Dasar Hukumnya
Perjalanan menuju rumah Allah SWT merupakan salah satu bentuk ibadah yang seringkali luput dari perhatian detail kaum muslimin. Padahal, setiap langkah yang diayunkan mengandung keberkahan luar biasa jika dilakukan dengan tata cara yang benar. Memahami adab yang baik saat berjalan ke masjid bukan sekadar tentang etika sosial, melainkan bentuk penghormatan tertinggi kepada Sang Pencipta sebelum kita menghadap-Nya dalam shalat. Islam sebagai agama yang komprehensif telah mengatur setiap aspek kehidupan, termasuk bagaimana seorang mukmin seharusnya bersikap sejak ia keluar dari pintu rumahnya hingga menginjakkan kaki di serambi masjid.
Banyak umat Islam yang terburu-buru mengejar rakaat pertama hingga mengabaikan ketenangan diri. Hal ini sering kali didorong oleh semangat ibadah, namun jika tidak dibarengi dengan ilmu, semangat tersebut justru bisa melanggar tuntunan yang telah ditetapkan. Penting bagi kita untuk menelaah kembali landasan hukum dan praktik yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW agar perjalanan singkat tersebut bernilai pahala di sisi Allah SWT. Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai etika, dasar hukum, serta keutamaan spiritual yang bisa diraih melalui langkah-langkah kaki kita menuju baitullah.

Filosofi Spiritual di Balik Langkah Menuju Masjid
Secara esensial, perjalanan menuju masjid adalah masa transisi dari kesibukan duniawi menuju ketenangan ukhrawi. Ketika seseorang meninggalkan rumahnya untuk shalat berjamaah, ia sebenarnya sedang melakukan penggalan hijrah kecil. Dalam pandangan Google NLP dan analisis semantik keagamaan, aktivitas ini dikategorikan sebagai persiapan mental (pre-prayer mindset) yang sangat memengaruhi kualitas khusyuk dalam shalat nantinya.
Setiap langkah yang diambil oleh seorang hamba yang telah bersuci dengan baik di rumahnya akan menghapuskan satu dosa dan mengangkat satu derajat. Hal ini menunjukkan bahwa adab yang baik saat berjalan ke masjid memiliki bobot teologis yang sangat kuat. Tidak hanya soal sampai di tujuan, tetapi bagaimana proses perjalanan itu sendiri menjadi penghapus noda-noda hati yang terkumpul selama beraktivitas sehari-hari.
Adab Berjalan ke Masjid Berdasarkan Sunnah Nabi
Mengikuti jejak langkah Rasulullah SAW adalah kunci utama dalam meraih kesempurnaan ibadah. Berikut adalah rincian adab yang perlu diperhatikan saat Anda melangkah menuju masjid:
1. Menyucikan Diri dan Berhias Sewajarnya
Adab pertama dimulai bahkan sebelum kaki melangkah keluar rumah. Sangat dianjurkan untuk berwudhu dari rumah. Selain itu, mengenakan pakaian yang bersih, suci, dan tidak mengganggu jamaah lain (seperti pakaian yang berbau menyengat atau terlalu mencolok) adalah bagian dari memuliakan masjid. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa pun yang bersuci di rumahnya kemudian berjalan ke salah satu rumah Allah, maka langkahnya akan dihitung sebagai kebaikan.
2. Membaca Doa Keluar Rumah dan Doa Menuju Masjid
Lisan seorang muslim tidak boleh kering dari dzikir. Saat keluar rumah, bacalah doa Bismillahi tawakkaltu 'alallah. Setelah itu, sepanjang perjalanan, sangat disunnahkan membaca doa nur (cahaya) yang memohon agar Allah memberikan cahaya di hati, pendengaran, penglihatan, hingga ke langkah-langkah kaki kita. Ini adalah bentuk adab yang baik saat berjalan ke masjid yang bersifat batiniah.
3. Berjalan dengan Ketenangan dan Wibawa (As-Sakinah)
Salah satu kesalahan umum adalah berlari kecil atau terburu-buru saat mendengar iqamah telah dikumandangkan. Secara hukum, hal ini justru dilarang. Kita diperintahkan untuk berjalan dengan tenang (as-sakinah) dan penuh wibawa (al-waqar). Jika mendapati imam sedang shalat, ikutilah apa yang didapati, dan sempurnakanlah rakaat yang tertinggal setelah imam salam.
"Jika kalian mendengar iqamah, maka berjalanlah menuju shalat dengan ketenangan dan wibawa, dan janganlah kalian terburu-buru." (HR. Bukhari & Muslim)

Dasar Hukum Mengatur Etika Menuju Rumah Allah
Hukum asal berjalan menuju masjid adalah sunnah muakkadah bagi laki-laki yang mampu, bahkan sebagian ulama mewajibkannya bagi mereka yang mendengar adzan. Dasar hukum ini bersumber dari berbagai hadits shahih dan atsar sahabat yang menekankan pentingnya shalat berjamaah. Namun, cara mencapainya juga memiliki aturan main yang mengikat secara moral dan syariat.
| Aspek Adab | Landasan Hukum/Dalil | Keutamaan/Fungsi |
|---|---|---|
| Bersuci dari Rumah | Hadits Riwayat Muslim | Menghapus dosa di setiap langkah kaki |
| Berjalan Tenang | Hadits Riwayat Bukhari | Menjaga kekhusyukan dan ketertiban masjid |
| Mendahului Kaki Kanan | Atsar Sahabat (Ibnu Umar) | Meneladani Rasulullah dalam hal kebaikan |
| Membaca Doa Masjid | Hadits Riwayat Muslim | Memohon rahmat dan perlindungan Allah |
Dalam tabel di atas, terlihat jelas bahwa setiap gerakan fisik memiliki korelasi langsung dengan pembersihan ruhani. Hukum berjalan ke masjid dengan terburu-buru dinilai makruh oleh sebagian ulama karena dapat menghilangkan esensi ketundukan dan mengganggu kekhusyukan jamaah lain yang sudah berada di dalam masjid akibat suara langkah yang gaduh.
Larangan Saat Berjalan ke Masjid
- Tasybik (Menyilangkan Jari): Dilarang menyilangkan jari-jemari tangan saat menuju masjid karena seseorang dianggap sudah berada dalam status shalat sejak ia berniat dan melangkah.
- Berbicara Sia-sia: Hindari obrolan duniawi yang keras atau tidak bermanfaat yang dapat memecah fokus spiritual.
- Mengganggu Jalan: Jangan menghalangi pengguna jalan lain atau bersikap tidak sopan di ruang publik saat menuju masjid.

Menjaga Konsistensi Langkah Menuju Keberkahan
Memahami dan mempraktikkan adab yang baik saat berjalan ke masjid adalah investasi akhirat yang seringkali dianggap sepele. Namun, bagi seorang mukmin sejati, setiap detail dalam agama adalah kesempatan untuk mendulang ridha Allah SWT. Perjalanan menuju masjid bukan sekadar perpindahan geografis, melainkan perpindahan kondisi hati dari yang lalai menuju yang ingat (dzikir).
Vonis akhir dari pembahasan ini adalah bahwa kualitas shalat seseorang sangat dipengaruhi oleh bagaimana ia mempersiapkan dirinya sejak di rumah dan bagaimana ia bersikap selama di perjalanan. Maka, mulailah untuk tidak lagi terburu-buru. Berangkatlah lebih awal, hiasi perjalanan dengan doa, dan langkahkan kaki dengan penuh ketenangan. Dengan menerapkan adab ini secara konsisten, Anda tidak hanya mendapatkan pahala shalat berjamaah, tetapi juga pahala dari setiap butir debu yang menempel di alas kaki Anda dalam perjalanan mulia tersebut. Jadikan setiap langkah sebagai saksi yang meringankan hisab Anda di hari kemudian.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow