SBIG Akuisisi Eat Sambel: Perkuat Ekosistem Sambal Indonesia!

SBIG Akuisisi Eat Sambel: Perkuat Ekosistem Sambal Indonesia!

Smallest Font
Largest Font

Sambal Bakar Indonesia Group (SBIG) mengakuisisi Eat Sambel untuk memperkuat ekosistem sambal di Indonesia sekaligus melakukan ekspansi global. Keselarasan nilai perusahaan menjadi faktor utama keberhasilan akuisisi ini.

Akuisisi Eat Sambel oleh SBIG

Pada Jumat, 12 Desember 2025, Sambal Bakar Indonesia Group (SBIG) mengumumkan akuisisi Eat Sambel, sebuah brand sambal online dengan basis pelanggan yang kuat. Richard Theodore, CEO SBIG, menyatakan akuisisi ini sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem sambal Indonesia.

Akuisisi ini, dengan valuasi ratusan miliar rupiah, menjadi tonggak penting dalam perkembangan bisnis sambal dan kuliner Indonesia.

Alasan Strategis Akuisisi

SBIG, yang tumbuh pesat dengan lebih dari 30 gerai dan pertumbuhan bisnis 2.000% dalam tiga tahun terakhir, melihat Eat Sambel sebagai pelengkap ideal untuk memperkuat posisi pasar.

Fondasi digital Eat Sambel yang kuat dan basis pelanggan yang luas menjadi kombinasi sempurna dengan visi SBIG untuk ekspansi internasional.

Misi Global SBIG

SBIG berambisi menjadikan sambal sebagai bagian dari gaya hidup kuliner global. Langkah ini mencakup perluasan produk dan integrasi seluruh rantai pasok sambal Indonesia, dari produksi hingga distribusi.

Proses Due Diligence yang Krusial

Dalam setiap akuisisi, due diligence menjadi langkah krusial. Hal ini memastikan SBIG memahami potensi keuntungan dan risiko yang mungkin timbul.

Due diligence meliputi pemeriksaan kondisi keuangan Eat Sambel, aset, serta legalitas terkait izin usaha dan kepatuhan pada regulasi. Ini membantu SBIG menghindari masalah terkait kewajiban yang belum terselesaikan atau risiko hukum.

Kontrak dan Perizinan

Kontrak akuisisi harus mencakup ketentuan yang jelas mengenai harga, cara pembayaran, serta pengaturan tentang hak dan kewajiban setiap pihak.

Perizinan dan regulasi juga menjadi aspek penting, memastikan peralihan izin Eat Sambel kepada SBIG berlangsung sah.

Pentingnya Keselarasan Nilai Perusahaan

Lita mengungkapkan, keselarasan nilai (value alignment) menjadi faktor penting karena berpengaruh langsung terhadap keberlanjutan operasional dan kinerja perusahaan pasca-akuisisi.

"..." kata Lita, Hari (Tanggal).

Nilai-nilai inti perusahaan tercermin dalam budaya kerja, cara pengambilan keputusan, serta bagaimana perusahaan memperlakukan karyawan, mitra, dan pelanggan.

Tantangan dan Peluang Pasca-Akuisisi

Akuisisi Eat Sambel oleh SBIG merupakan langkah strategis yang menguntungkan kedua belah pihak, membuka pintu bagi ekspansi yang lebih besar.

Pengelolaan Aset dan Merek

Akuisisi ini membawa tantangan dan kesempatan dalam pengelolaan aset dan merek, serta dalam menghadapi regulasi yang ada.

Potensi Pengembangan Industri Sambal

Dengan due diligence yang matang, perencanaan kontrak yang tepat, dan pengelolaan hak kekayaan intelektual yang hati-hati, akuisisi ini berpotensi memajukan industri kuliner sambal Indonesia.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow